Ahok Tuding Pendemo 4/11 Kelompok Garis Keras dan Dibayar Rp 500 Ribu

SHARE:

NASIONAL.INFO - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi tersangka dalam kasus penistaan Alquran, setelah statusnya diumumkan oleh Bareskrim Polri. Ahok dituduh telah menistakan Alquran dan kasusnya akan berlanjut ke pengadilan. (Baca: Syeikh Amr Wardani Sudah di Indonesia Diminta Kembali ke Mesir)

Tuduhan penistaan agama membuat Ahok terancam hukuman lima tahun penjara. Gara-gara status tersangka, penyidik Bareskrim Polri mengirimkan surat pelarangan bagi Ahok untuk bepergian keluar negeri. (Baca: Jakarta Governor Ahok suspect in blasphemy case, Indonesian police say)

Ahok yang berstatus etnis Cina dan beragama Kristen akan menghadapi Pilgub DKI pada 15 Februari 2017, menuding lawan-lawannya memiliki motif politik. Ahok akan tampil di persidangan lantaran ingin membersihkan tuduhan kepadanya dan ia berandai-andai siapa tahu nanti bisa menjadi presiden Kristen pertama di negeri mayoritas Muslim bernama Indonesia.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan ABC 7.30, Ahok menuduh pengkritiknya korupsi dan mengatakan, protes massa Muslim garis keras pada 4 November 2016 itu bermuatan politik. Dia juga menuduh massa menerima uang Rp 500 ribu untuk ikut demo. "Saya harus pergi ke pengadilan untuk membuktikan ini adalah politik dan bukan (persoalan) hukum," katanya kepada ABC 7.30.

Namun, Ahok tidak menjelaskan, siapa yang mendanai aksi demonstrasi terbesar yang berujung pada kericuhan tersebut. "Saya tidak tahu, kita tidak tahu, tapi saya percaya Presiden (Jokowi) tahu dari intelijen, saya percaya mereka tahu," katanya.

Ahok melanjutkan, "Hal ini tidak mudah (mengungkap pendana demo), Anda mengirim lebih dari 100 ribu orang, sebagian besar dari mereka (pendemo), jika Anda melihat berita itu, mereka mengatakan mereka mendapat uang Rp 500 ribu."

Beberapa kaum Muslim mengatakan, ayat Almaidah 51 di Alquran menyatakan umat Islam tidak harus memilih pemimpin non-Muslim. Ahok yang pernah mengatakan, 'jangan mau dibohongin pake Al Maidah 51' tetap berkukuh tidak ada yang salah dalam kasus penistaan agama.

"Saya yakin saya tidak bersalah, itu sebabnya saya lebih memilih untuk membawanya ke pengadilan, semua orang akan melihat bukti," kata Ahok.

Dia malah balik menuding, orang yang mengkritiknya selama ini adalah golongan koruptor yang tak senang dengan kinerjanya. "Saya percaya ini adalah status quo, yang koruptor menyerang kembali pada saya karena saya memotong terlalu banyak korupsi di kota ini."

ABC menulis, Ahok populer di kalangan Muslim moderat Ibu Kota Indonesia dikenal karena sikap anti-korupsinya, untuk membersihkan Jakarta dari banyak daerah kumuh dan mencoba untuk mengatasi masalah infrastruktur.

Di Pilgub DKI 2017, Ahok diusung Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP), Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Nasional Demokrat, dan Partai Golkar. Ahok berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat yang berstatus sebagai pejawat (incumbent). Dalam beberapa kampanyenya di Ibu Kota, Ahok kerap mendapatkan penolakan dari warga ketika berkunjung ke daerah permukiman warga padat penduduk.

COMMENTS

Like Fanpage Kami

loading...

Baca Juga$type=list$c=5$author=hide$comment=hide$rm=hide$va=0$snip=none$meta=none

Nama

AA Gym,3,Ahok,44,Ajaib Ya ?,1,Aksi Bela Islam,31,Aksi Jilid III,2,Amerika,1,Amien Rais,1,Anak,1,Aneh Ya,1,Bareskrim,4,Berita,29,BNN,1,Buni Yani,4,China,1,Daerah,10,Din Syamsudin,1,Dunia Islam,27,Ekonomi,4,Gadaikan,1,Gaya Hidup,3,Habieb Rizieq,6,Hot News,8,Hukum,1,Imigran China,1,Indonesia,1,Inspirasi,2,Internasional,3,Islam,1,Isu,11,Jakarta,4,Jasmev,1,Jokowi,13,Jusuf Kalla,1,Kesehatan,2,Kok Bisa Gitu Petani Ilegal China Kantongi NPWP dan SIM A di Bogor,1,Lee Kuan Yew,1,Megawati,1,Metro TV,1,MetroTV,1,MS Kaban,1,MUI,2,Narkoba,1,Nasdem,1,Nasional,34,NU,1,Pakar Hukum,1,Panglima,4,Penistaan Agama,29,Peristiwa,12,Pilkada,2,Pilkada DKI,5,Politik,1,Rachmawati,1,Rohingya,1,Rush moeny,1,Sains,2,Saksi Ahli,5,Stop,1,Tersangka,2,Tionghoa,1,tionhoa,1,TNI,4,Tokoh,2,Ulama,2,Yusuf Mansyur,1,
ltr
item
nasional.info: Ahok Tuding Pendemo 4/11 Kelompok Garis Keras dan Dibayar Rp 500 Ribu
Ahok Tuding Pendemo 4/11 Kelompok Garis Keras dan Dibayar Rp 500 Ribu
http://static.republika.co.id/uploads/images/inline/AHOK_ABC.png
nasional.info
http://www.nasional.info/2016/11/ahok-tuding-pendemo-411-kelompok-garis.html
http://www.nasional.info/
http://www.nasional.info/
http://www.nasional.info/2016/11/ahok-tuding-pendemo-411-kelompok-garis.html
true
6732390652147363940
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
Sitemap