Pemelintiran Berita "Jokowi Pemimpin Terbaik se-Asia Versi Bloomberg" Bloomberg Tak Sebut Begitu

SHARE:

NASIONAL.INFO - Tahun baru, lelucon baru: Pemelintiran Berita "Jokowi Pemimpin Terbaik se-Asia Versi Bloomberg" Bloomberg Tak Sebut Begitu

Sehari dua hari ini, saya membaca kabar di medsos bahwa Jokowi dinobatkan menjadi pemimpin kawasan Asia Pasifik terbaik untuk tahun 2016.
Benarkah?

Saya buka situs Bloomberg, media yang dikatakan para penyebar kabar sebagai sumber informasi. Lalu saya googling judul pemberitaan yang terkait. Hasilnya?

Ternyata, sama dan senada dengan para pekabar medsos, sejumlah situs berbahasa Indonesia (termasuk dari sebuah media Nasional yang sudah tidak saya baca lagi) menulis bunyi serupa: Terbaik.

Ada semacam koor satu irama bahwa "Bloomberg menobatkan Jokowi" sebagai "yang terbaik" tahun 2016 di kawasan Asia Pasifik.

Padahal, sumber informasi awal, yaitu Bloomberg, bukan berbicara soal siapa yang "Terbaik" dalam artikel yang di-publish dalam Bahasa Inggris itu. Judulnya saja berbunyi: "Who's Had the Worst Year?".

Dalam bahasa kita sehari-hari artinya adalah: Siapakah yang mengalami tahun terburuk kali ini? Judul bernada "sial" ini diperkuat dengan anak kalimat "How Asian Leaders Fared in 2016" yang berarti "Gambaran nasib para pemimpin Asia tahun 2016". Pula, pada bagian kickers (kaki judul) editor Bloomberg mencantumkan:

"And some of the headaches they face in 2017", alias: "Dan sejumlah 'sakit kepala' yang dihadapi tahun 2017".

Jadi, sama sekali tidak ada nobat-nobatan bersubyek "Terbaik" pada artikel itu. Atau, sebagai hadiah hiburan belaka, dapat saja dikatakan "Siapa yang Terbaik di antara yang Terburuk".

Nampaknya, dalam amatan saya, terjadi semacam pembelokan makna yang dilakukan para pekabar medsos , dan sejumlah media (baik yang media berbadan hukum maupun "media" garapan personal).
Khusus bagi para pekabar personal, kelihatan sekali bagai mendapat setitik air di tengah kegersangan catatan pemenuhan janji-janji kampanye Joko Widodo.

Di tengah kabar pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW yang mulai menjauh dari harapan, Tol Laut yang mulai kehilangan semangat, Harga BBM di Papua yang ternyata masih belum sama sepenuhnya dengan di kawasan barat, nilai tukar Rupiah yang masih berkutat di level 13 ribuan, Kartu Ajaib yang masih jauh dari keajaiban, dll, dll.... Dan artikel Bloomberg pun jadi pelipur lara.

Agar lebih fair, mari lihat indikator yang digunakan Bloomberg (dalam rangka membandingkan para pemimpin Asia-Pasifik, bukan dalam rangka menunjukkan adanya perubahan yang dilakukan pemimpin bersangkutan di negaranya masing-masing):

1. Rupiah menguat 2,41℅.
Sekilas, ini tampak sebagai indikator "Positif". Menjadi makin bercitra positif saat dibandingkan dengan mata uang beberapa negara pembanding yang mengalami penurunan. Namun, penguatan 2,41℅ itu belum bisa menutupi penurunan nilai tukar Rupiah (terhadap Dollar AS) yang terjadi sejak Joko Widodo menjadi presiden. Saat ia dilantik, Rupiah berada pada level 12.100 per Dollar. Saat ini, pertanggal 30 Desember 2016, Rupiah berada dievel 13.475.

Artinya, Rupiah mengalami depresiasi (penurunan) lebih dari 10℅. Penguatan 2,41℅ di atas masih terhitung "tekor". Pula, data 2,41℅ itu rancu karena hanya mencakup jendela data Juli sampai Oktober 2016. Sementara data nilai tukar negara pembanding lainnya seperti China, Jepang, dan Korea mencakup jendela data yang lebih lebar.

China mencakup keseluruhan tahun (Jan-Des), Korea Januari hingga November, Jepang Januari hingga Oktober. Jadi, pembandingan data menjadi sangat rancu. Mengapa untuk Rupiah hanya mencakup Juli-Oktober? Sekedar info, Rupiah sempat menyentuh nilai tukar 12.900-an (nilai terkuatnya selama 2016) pada awal Oktober).

Mengapa hanya pada jendela waktu singkat dan pada saat ada strong point seperti itu? Mungkin jawabannya ada pada Saiful Mujani Research & Consulting yang menjadi sumber Bloomberg.

2. Pertumbuhan Ekonomi 5,02℅.
Ini berarti pertumbuhan datar datar saja karena berkisar pada angka pertumbuhan yang sama dengan tahun sebelumnya. Angka ini jika dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan rezim sebelumnya, yaitu rezim SBY, masih belum ada apa-apanya. SBY pernah membawa Indonesia ke angka pertumbuhan 6℅.

3. Approval Rating 69℅.
Silahkan dinikmati. Dengan sumber SMRC, saya rasa ini merupakan hadiah hiburan bagi kita semua.
Sebagai catatan: angka 69℅ bukanlah yang terbaik. Ada Presiden Filipina dan Presiden India yang memiliki approval di atas 80℅.

So... Benarkah Jokowi pemimpin Terbaik versi Bloomberg?
Saya rasa... Itu adalah lelucon. Lelucon tahun baru kita.
Happy New Year, para penggemar lelucon!

Canny Watae

COMMENTS

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal kebaikan kita!

loading...

Baca Juga

Nama

AA Gym,5,Ahok,47,Ajaib Ya ?,1,Aksi Bela Islam,54,Aksi Jilid III,4,Amerika,1,Amien Rais,1,Anak,1,Aneh Ya,1,Bareskrim,4,Berita,29,BNN,1,Buni Yani,4,China,1,Contoh Buku Harian,2,Contoh Kalimat,1,Daerah,51,Din Syamsudin,1,Drama,1,Dunia Islam,70,Ekonomi,19,Foto,1,FPI,1,Gadaikan,1,Gaya Hidup,3,Habieb Rizieq,40,Hiburan,1,Hot News,27,Hukum,30,Imigran China,1,Indonesia,1,Inspirasi,3,Internasional,15,Islam,1,Isu,49,Jakarta,67,Jasmev,1,Jokowi,14,Jusuf Kalla,1,Kalimat,1,Kasus Reklamasi,1,Kesehatan,2,Kok Bisa Gitu Petani Ilegal China Kantongi NPWP dan SIM A di Bogor,1,Kumpulan Puisi,8,Latihan Soal Bahasa Indonesia,9,Lee Kuan Yew,1,Majas,3,Megawati,1,Memo,1,Metro TV,1,MetroTV,1,MS Kaban,1,MUI,2,Narkoba,1,Nasdem,1,Nasional,152,NU,1,Pakar Hukum,1,Panglima,4,Pantun,3,Pengumuman,1,Penistaan Agama,66,Peribahasa,1,Peristiwa,185,Pidato,44,Pilkada,4,Pilkada DKI,9,Politik,37,Puisi Aku,1,Puisi Alam,3,Puisi Ayah,5,Puisi Cinta,13,Puisi Galau,14,Puisi Guru,1,Puisi Harapan,9,Puisi Ibu,1,Puisi Indonesia,1,Puisi Islami,4,Puisi Jiwa,4,Puisi Keadilan,3,Puisi Kehidupan,4,Puisi Motivasi,4,Puisi Patah Hati,4,Puisi Penyesalan,1,Puisi Perjuangan,2,Puisi Persahabatan,3,Puisi Rindu,9,Puisi Romantis,1,Puisi Sedih,8,Puisi Sumpah Pemuda,1,Puisi Tentang Kedua Orang Tua,1,Rachmawati,2,Refleksi 2016,1,Rohingya,1,Rush moeny,1,Sains,2,Saksi Ahli,5,Sastra,2,Sejarah,3,Sidang Ahok,5,Sosiolinguistik,2,Sosok,1,Stop,1,Surat,1,Teks Laporan,1,Teks Narasi,1,Tersangka,2,Tionghoa,1,tionhoa,1,TKA China,11,TKI China,1,TNI,4,Tokoh,3,tre News,1,Trending,1,Ulama,2,Video,1,Wawancara,1,Yusuf Mansyur,1,
ltr
item
INFO NASIONAL: Pemelintiran Berita "Jokowi Pemimpin Terbaik se-Asia Versi Bloomberg" Bloomberg Tak Sebut Begitu
Pemelintiran Berita "Jokowi Pemimpin Terbaik se-Asia Versi Bloomberg" Bloomberg Tak Sebut Begitu
http://1.bp.blogspot.com/-Qnx1RVp7qkg/WGmF75u2ftI/AAAAAAAAEe4/CQbU39k2VLYLep6kJCxr26nVFTsGtJiRQCK4B/s640/Screenshot_363.png
http://1.bp.blogspot.com/-Qnx1RVp7qkg/WGmF75u2ftI/AAAAAAAAEe4/CQbU39k2VLYLep6kJCxr26nVFTsGtJiRQCK4B/s72-c/Screenshot_363.png
INFO NASIONAL
http://www.nasional.info/2017/01/pemelintiran-berita-jokowi-pemimpin-terbaik-se-asia-versi-bloomberg.html
http://www.nasional.info/
http://www.nasional.info/
http://www.nasional.info/2017/01/pemelintiran-berita-jokowi-pemimpin-terbaik-se-asia-versi-bloomberg.html
true
6732390652147363940
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
> Sitemap