Chelsea memastikan Leicester City juara Liga Premier Inggris

Setahun lalu (3/5/2015), Chelsea membungkus gelar juara Liga Premier Inggris (EPL) musim 2014-15 di kandangnya –Stamford Bridge, London. Selasa dini hari WIB (3/5/2016), Chelsea terlibat lagi untuk menentukan sang juara EPL 2015-16; Leicester City.

Leicester untuk pertama kali dalam 132 tahun sejarahnya menjuarai kompetisi bergengsi EPL setelah Chelsea menahan Tottenham Hotspur 2-2. Hasil imbang membuat Spurs tidak mungkin lagi melewati koleksi poin Leicester dengan dua laga sisa.

Setelah 36 pekan, Spurs mengumpulkan nilai 70 dan Leicester mengoleksi poin 77 di posisi dua besar klasemen. Andai Spurs menyapu bersih dua laga sisa dan Leicester kalah terus pada saat bersamaan, poin akhir Spurs hanya 76.

Artinya, Leicester kini sah disebut sebagai juara EPL 2015-16. Dan sesuai tradisi, trofi juara akan diserahkan seusai Leicester memainkan laga pamungkas; melawan Chelsea di Stamford Bridge pada 15 Mei mendatang.

“Ini pertandingan penuh emosi. Selain pertarungan sekota London, pertandingan ini juga ikut menentukan perburuan gelar juara EPL. Selamat untuk Leicester,” ujar kapten Chelsea John Terry usai menahan Spurs.

Pemain berusia 35 itu menjadi men of the match bersama gelandang Eden Hazard yang mencetak gol penentu 2-2 pada menit 83. “Saya tak peduli siapa yang juara. Saya hanya ingin Chelsea juara (lagi) meski itu tak pernah mudah di EPL,” kata Hazard ketika ditanyakan mengapa Chelsea tak ingin Spurs juara.

Chelsea sebenarnya dibuat kerja keras meski tampil di kandang sendiri. Spurs bermain dengan pressing ketat sehingga permainan Chelsea tidak berkembang pada babak pertama.

Itu sebabnya Spurs yang diwajibkan menang untuk menjaga persaingan dengan Leicester mampu unggul 2-0 hingga turun minum. Penyerang Harry Kane memastikan pundi golnya menjadi 25 pada menit 35.

Penyerang timnas Inggris berusia 22 ini makin kokoh di puncak daftar top scorers dan unggul dua gol dari ujung tombak Leicester sekaligus koleganya di timnas Inggris, Jamie Vardy.

Gol kedua Spurs dicetak pemain Korea Selatan, Heung-Min Son, pada menit 44. Tapi setelah itu, Chelsea bangkit dan membuat Spurs menyandang beban mental sehingga skor akhir berubah 2-2.

Level pertandingan yang krusial membuat sembilan pemain Spurs menuai kartu kuning. Dan ini adalah jumlah kartu kuning terbanyak pada satu pertandingan yang pernah diterima sebuah kesebelasan sepanjang sejarah EPL.

Manajer Spurs, Mauricio Pochettino, mengucapkan selamat kepada manajer Claudio Ranieri dan seluruh pemain Leicester. Tapi manajer asal Argentina ini juga memuji para pemain atas kerja kerasnya dan suporter yang telah mendukung.

“Kami kecewa, tapi bangga pada para pemain. Ini musim fantastis dan kami masih berjuang mengamankan posisi runners-up,” ujar manajer berusia 44 ini dikutip ESPN.

Hasil imbang Spurs ini adalah yang ke-11 dalam 28 lawatan terakhir ke Stamford Bridge. Spurs tak pernah lagi menang di markas Chelsea sejak Februari 1990.

Pesta Leicester

Hasil 2-2-antara Chelsea dan Spurs disambut suka cita penduduk kota Leicester di tengah Inggris –yang luasnya nyaris setara kota Pariaman di Sumatera Barat (73, 32 Km persegi). Kebetulan masyarakat Leicester sengaja nonton bareng pertandingan di London tersebut.

Masyarakat berkumpul di Market Tavern, pub populer di Leicester, dan kemudian berpesta di jalanan. Sedangkan para pemain Leicester berkumpul dan berpesta di kediaman Vardy di Melton Mowbray, Leicestershire. The Daily Mail menyebut rumah Vardy itu seharga GBP1 juta atau hampir Rp20 miliar.

Seluruh pemain berkumpul di sana, kecuali manajer Ranieri yang harus pulang ke Italia untuk menemani sang ibunda yang berulang tahun ke-96. Tapi Ranieri, yang pernah menangani Chelsea pada kurun 2000-2004 dan namanya dielu-elukan suporter Chelsea di Stamford Bridge tadi, mengontak manajer Chelsea Guus Hiddink tak lama setelah pertandingan.

Ranieri mengucapkan terima kasih via telepon dalam keadaan haru. “Saya tidak melihat apakah dia menangis karena ini bukan percakapan via Facetime (fasilitas video call). Tapi suaranya bergetar, dia terharu. Dia mengucapkan terima kasih lima kali,” ujar Hiddink seraya memberi selamat seperti dikutip The Guardian.

Para suporter Leicester City berpesta di Market Tavern, Leicester, Senin (2/5/2016)
Para suporter Leicester City berpesta di Market Tavern, Leicester, Senin (2/5/2016)
© Facundo Arrizabalaga /EPA

Facebook Comments