Facebook Dituding Membungkam Pandangan Politik Konservatif

Situs berita teknologi, Gizmodo, melaporkan pengakuan mantan karyawan Facebook bahwa mereka secara berkala dipaksa untuk mencegah naiknya berita yang membawa pandangan politik konservatif (sayap kanan). Mereka bahkan menaikkan berita-berita yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria algoritma trending topics.

Tim kerja Facebook yang menentukan masuknya berita dalam kategori trending topics, merupakan kumpulan jurnalis muda yang umumnya alumni dari Ivy League (kampus-kampus terkenal di Timur Laut Amerika). Laporan Gizmodo tersebut memicu reaksi di media sosial. Sejumlah wartawan dan netizen khawatir mengenai bias yang dituduhkan, dan meminta senat AS untuk melakukan penyidikan.

Bos Facebook, Mark Zuckerberg, akhirnya mengumumkan rencana untuk mengundang para pemimpin konservatif pada konferensi pekan ini guna menjawab tudingan bahwa jejaring sosial tersebut membungkam pandangan-pandangan politik tertentu.

Juru bicara Facebook mengatakan Zuckerberg akan bertemu dengan belasan pemimpin konsevatif, seperti pengamat politik Glenn Beck; pembawa acara bincang-bincang Dana Perino; Zac Moffatt, konsultan politik mantan bakal calon presiden Amerika Serikat asal Partai Republik Mitt Romney; Arthur Brooks, presiden American Enterprise Institute; dan Barry Bennett, penasihat bakal calon presiden Partai Republik Donald Trump.

 

Facebook Comments