Kabinet Terbelah: Ryamizard Menolak Rencana Luhut

Pernyataan Luhut terkait keinginan menggali kuburan massal korban 1965 sempat diungkapkan saat Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965, beberapa waktu lalu. “Saya malah minta kalau ada alat buktinya, kita ingin minta gali kuburan massalnya,” kata Luhut ketika itu.

Namun Ryamizard menolak perintah pemerintah untuk membongkar kuburan massal tragedi 65. Hal itu disampaikannya usai menyatakan sikap terhadap isu komunisme bersama Purnawirawan TNI-AD dan organisasi anti PKI di Balai Kartini, Jakarta Pusat.

“Saya sebagai menteri pertahanan menginginkan negara ini tidak ada ribut-ribut, damai. Kalau menteri pertahanan mengajak ribut-ribut, itu menteri pertahanan nggak bener. Saya tidak ingin ada ribut-ribut, apalagi ada pertumpahan darah.”

“Tapi kalau cara-cara sebelumnya, ada pertemuan lain-lain, menghasut sana, menghasut sini, nanti timbul pertumpahan darah ini, lebih bahaya dari 1965,” ujarnya, merujuk Simposium Tragedi 1965.

Ihwal pencarian dan pembongkaran kuburan massal peristiwa 1965, Menhan Ryamizard juga angkat bicara. “Sudahlah, yang dulu-dulu, sudahlah. Mari kita hidup ke depan, membangun bangsa, membangun negara. Ini orang ribut nggak membangun negara, merusak negara,” katanya.

 

Facebook Comments