Merespons kemenangan Sadiq Khan, dari Ahok sampai Fahira

Politisi Partai Buruh Inggris, Sadiq Khan menjadi muslim pertama yang menjabat sebagai Wali Kota London.

Ia mengalahkan kandidat dari Partai Konservatif, Zac Goldsmith. Pencapaian itu kian fenomenal, mengingat hanya 12 persen dari penduduk London yang beragama Islam.

Di media sosial, pencapaian itu menjadi bahan perbincangan luas. Tak sekadar di Inggris, tapi juga nyaris di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berikut sejumlah topik menarik di media sosial sehubungan pencapaian tokoh 45 tahun berdarah Pakistan itu.

Ahok dan Khan

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama (Ahok), secara khusus menyampaikan selamat kepada Khan melalui Twitter.

“Selamat @SadiqKhan, wali kota baru London. (Kemenangan ini) kisah inspiratif tentang demokrasi, kebaikan, dan toleransi,” demikian terjemahan bebas kicauan @basuki_btp (4,7 juta pengikut). Kicauan tersebut menuai lebih dari 2.200 retweet dari para pengikut Ahok di linimasa.

Kisah Khan tak jauh berbeda dengan Ahok. Kedua tokoh itu punya latar belakang etnik dan agama minoritas di masing-masing wilayah yang mereka pimpin.

Ahok juga menyebut kisah kepemimpinan Khan sangat menginspirasi. Lebih-lebih mengingat latarnya sebagai anak seorang sopir bus yang tinggal di rumah susun bersubsidi. Ia pun berharap, kelak hal serupa bisa terjadi di Jakarta, dengan merujuk pada program rumah susun Pemprov DKI Jakarta.

“Siapa tahu ke depan anak rusun bisa jadi wali kota, gubernur bahkan presiden,” kata Ahok, dikutip Antara News.

Saat ini, Ahok sedang berusaha memenangkan hati warga DKI Jakarta menuju Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Relawan pendukungnya, Teman Ahok, juga menyoroti kemenangan Khan. Lebih kurang, Teman Ahok menyebut kemenangan Khan merupakan bukti bahwa warga London tidak melihat latar belakang suku, ras, dan agama. Mereka pun berharap hal serupa terjadi di Jakarta.

@FahiraIdris hapus kicauan

Akun Twitter @FahiraIdris –dikenal milik senator Dewan Perwakilan Daerah, Fahira Idris– turut jadi sorotan dalam keriuhan media sosial seputar Khan.

Sabtu (7/5), @FahiraIdris sempat mengirim kicau syukur atas pencapaian Khan. Belakangan kicauan itu menghilang alias dihapus.

Pasalnya, dalam beberapa hal Khan punya pandangan yang berseberangan dengan Fahira. Semisal dalam perkara LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Trangender).

Sebagai informasi, Khan merupakan pendukung undang-undang pernikahan sejenis di Inggris. Dalam kampanye menuju kursi wali kota London, Khan juga didukung oleh kelompok LGBT.

“Hanya di London, komunitas LGBT melakukan pengorganisiran dan penggalangan dana untuk saya, seorang kandidat yang notabene Muslim,” kata Khan, dalam wawancaranya dengan The Guardian (9 April 2016).

Agaknya, posisi politik macam itu yang baru diketahui @fahiraidris belakangan, dan membuatnya menghapus kicauan. @Fahiraidris memang kerap mengirim kicauan yangterkesan menyudutkan kelompok LGBT.

Keputusan @FahiraIdris menghapus kicauan itu justru jadi tertawaan tweeps. Ia disebut sekadar ikut tren, mengabaikan verifikasi, dan tak memahami peta politik di sekitar Khan.

 

Politik kiri dan kemenangan atas islamofobia

Ayah Khan meninggalkan Pakistan pada tahun 1960-an. Di London, ayahnya menjadi sopir bus. Tak heran bila kemenangan Khan menjadi buah bibir pula di tanah leluhurnya, Pakistan.

Ketua Partai Rakyat Pakistan (oposisi), Bilawal Bhutto turut berkicau. “Selamat @SadiqKhan karena terpilih sebagai wali kota London,” bunyi kicauan anak mantan Perdana Menteri Pakistan, Benazir Bhutto itu.

Kicauan lain datang dari Wali Kota New York, Bill de Blasio, dan Wali Kota Paris, Anne Hidalgo. BBC menyebut, de Blasio dan Hidalgo dikenal berhaluan kiri-tengah.

Pandangan politik serupa dimiliki Partai Buruh, yang menjadi payung politik Khan. Dalam hemat BBC, Khan pun disebut berideologi soft left (baca: kiri tengah, kiri halus, atau kiri moderat).

Pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn juga menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian kadernya itu. Selama ini, Corbyn dikenal sebagai tokoh oposisi yang vokal, sekaligus membawa partainya kian condong ke kiri.

Ihwal Corbyn, Khan juga punya kritik. Dalam wawancara pertamanya (via The Andrew Marr Show) setelah terpilih sebagai Wali Kota London, Khan menyuarakan autokritik terhadap kepemimpinan Corbyn di Partai Buruh.

Khan menyebut bahwa Partai Buruh mesti menggandeng khalayak yang lebih luas, tidak hanya berhenti pada kalangan buruh –yang menjadi pemilih intinya. Kecenderungan berbicara kepada khalayak buruh itu, menurut Khan sangat terasa dalam kepemimpinan Corbyn.

Terlepas dari pandangan politik di muka, umumnya tweeps dan media menilai pencapaian Khan sebagai kemenangan atas islamofobia di Eropa. Mengingat pula latar situasi Eropa, seperti maraknya ancaman teror, dan krisis pengungsi dari Timur Tengah.

Sumber: Beritagar.id

 

Facebook Comments